Di
sabtu pagi itu semangat begitu besarnya untuk menghadiri sebuah acara
bertemakan GAPURA. Entah itu acara tentang apa karna gratis ya asal
ndaftar2 saja, toh tidak ada ruginya.
Setelah mengantri pendataran yang memakan waktu lama dan harus berdiri
bermenit-menit akhirnya tiba diujung penantian. Sepertinya panitia tahu bahwa
banyak peserta yang belum makan, di samping kanan kiri sudah tersedia berbagai
makanan ringan pengganjal perut yang disediakan secara prasmanan (itu artinya
bebas mengambil semau kita hehe).
Laboratorium Jurnalistik HASKA JMF FMIPA UNY
Dengan Iman Genggam Pena, Bersama Islam Torehkan Karya
Jumat, 02 Mei 2014
Ini Ceritaku Apa Ceritamu?
Pagi itu
terasa lebih hangat dari pagi-pagi sebelumnya. Mungkin karena disebabkan adanya
letupan-letupan bara semangat yang memancar dari pengurus HASKA JMF 2014 yang
akan mengikuti UpGrading. Semangat lillah...
09.00 WIB, setelah
semua atribut komplit dan sudah ‘membekali’ diri, aku meluncur ke Masjid
Mujahiddin sesuai titah Umi dan Abi LJ dengan rasa bungah. Aku dan Wulan
bertemu di titik koordinat di tikungan Kopma. Kami menghantarkan kaki ke
halaman IEC, menoleh ke sana ke mari, namun bukan keramaian yang kami dapati.
Benar kan, sms Umi - Abi tadi? Apa kami sudah ditinggal? Astagfirullah, mungkin
saja ada suatu hal yang kami belum tahu itu apa. Mari berhuznudzan. Kami
memutuskan untuk menunggu di teras Masmuddin bagian akhwat. Dan satu per satu
pengurus pun mulai berdatangan. JRMN, Taksi, HSC.
Ku Menemukannya
Kegiatanku
di 8 dan 9 Maret lalu....
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh...
Bismillah....
Ku
awali pagi dengan bergegas ke kamar mandi. Butiran – butiran air itu membasahi
pipi, tangan hingga kakiku. Pagi itu tepat pukul 03.00. Seperti pagi – pagi
sebelumnya. Air wudhu telah sempurna mensucikanku. Alhamdulillah, masih bisa
aku hirup aroma pagi yang damai nan menyegarkan ini. Ku gelar sajadah ungu
bergambarkan ka’bah sambil berharap jika suatu saat nanti aku dapat pergi
kesana bersama orang tuaku. Dua rakaat dan ku akhiri dengan salam. Seperti
biasa pula, ku buka al matsuratku.Tapi ada yang lain yang kurasakan akhir –
akhir ini. Namun ku pikir sudahlah, itu hanya akan memberatkan pikiranku saja.
Ku
pandangi langit yang mulai memerah. Indah... hanya itu yang terlintas di
benakku. Teringat akan cobaan yang Allah berikan beberapa hari lalu kepadaku.
Ujian kesehatan. Subhanallah aku masih bisa merasakan indahnya dunia pagi ini.
Aktivitas pagi lain yang biasa ku jalani adalah mencuci baju yang memang sudah
ku jadwalkan rutin kulakukan setiap weekend.
Tapi seperti biasa juga saat menjemurnya haru menunggu pukul 09.00. kenapa?
Karena malu dilihat oleh tetangga depan rumah.
Sedikit
cerita. Tetangga depan rumahku adalah juragan bakwan kawi yan itu artinya bahwa
di tempat itulah para penjual bakwan kawi tinggal. Dan kata ibu “mboten sopan
nduk, penjuale jaler sedaya.” Dan memang benar apa yang ibu katakan itu.
Handphone
ku bergetar menunjukan ada pesan masuk. “ummi ije”. Ku buka dengan sedikit deg
– deg an. Karena hari ini teman – teman ranger sedang Upgrading Haska. Pesannya
berisi bahwa teman – teman sedang makan siang. Dan ummi menanyakan juga apa
yang sedang kamu lakukan? Subhanallah, ummi masih mengingat anaknya meskipun
beliau sibuk dengan kegiatan UG. Sedih sebenarnya tidak bisa ikut merasakan
kebersamaan UG bersama keluarga baruku di Haska. Tapi sekali lagi restu orang
tua memang yang paling utama setelah ridho Allah.
Tidak
ada hal menarik lain yang kulakukan selama di rumah. Antara masih sedih tidak
bisa mengikuti UG dan juga tidak ada hal harus ku kerjaan. Lalu ku putuskan
untuk tidur siang. Dan aku terbangun saat Adzan Ashar berkumandang seakan
memanggilku untuk mendekatinya. Lalu ku putuskan untuk sholat berjamaah di
masjid.
Masjid
Jami’ Al Ukhuwah, nama yang indah. Namun, lagi – lagi aku tersadar, sudah
berapa lama aku tak menginjakan kakiku ke tempat ini. Tempat yang dulu sering
ku datangi. Untuk sholat berjamaah, mengajar ngaji atau sekedar berkumpul
dengan teman – teman RISMA (Remaja Islam Masjid). Ku lihat para jamaah mulai
berdatangan. Dan sangat menyedihkan, karena orang – orang yang datang tak lain
orang – orang yang dulu bersamaku meramaikan masjid dan hanya itu – itu saja.
Istiqomah,
itulah hal yang masih sulit untuk kulakukan. Padahal Allah selalu memberikanku
kemudahan namun aku yang tak pernah melihat kemudahan itu.
“Mbak
Deta....” terdengar suara kecil memanggilku. Aku menoleh dan kutemui anak –
anak kecil yang dulu menjadi muridku mengaji. Dan ternyata mereka masih rutin
mengaji setiap seminggu tiga kali. Subhanallah...lagi – lagi tamparan kecil ini
meruntuhkan kesombongan dalam diriku.
Akupun
memutuskan untuk mengajar mereka mengaji. Meskipun harus ku tahan air mata yang
sedari tadi ingin kutumpahkan. Polos sekali mereka, dengan kegembiraan mereka
datang ke sini berbondong- bondong untuk mencari ilmu. Bahagia sekali rasanya
melihat mereka bisa belajar mengaji seperti sore ini.
Aku
pulang dengan segelintir pertanyaan di benakku. Mungkinkah diriku sendiri yang
membuatku merasa tak bahagia? Aku terdiam dan merenungi kejadian hari ini.
Orang- orang yang dulu menjadi peramai masjid bersamaku, sampai sekarang mereka
masih istiqomah. Dan aku, yang hanya karena sedikit saja sibuk menjadi aktivis
kampus terlena untuk bermalas – malasan beribadah.
Ya
Allah, ampuni aku. Ini teguran dari Mu yang baru kusadari sekarang. Harusnya
aku lebih peduli terhadap apa yang ada dilingkungan sekitarku. Ku putuskan
untuk merubuhkan dinding kesombongan yang ada di dalam diriku. Aku harus
berguna bagi sesama dan hal itu semata – mata kulakukan hanya karena Allah.
Itulah prinsipku dulu dan harus tetap menjadi prinsipku saat ini, besok dan
sampai akhir nanti.
Istiqomah......
Pagi
ini di hari minggu aku putuskan untuk ikut ibu ke pasar berbelanja seperti
biasa. Ku lihat para pedangan yang tetap sama seperti saat aku masih kecil dulu
dan sering diajak ibu pergi ke pasar.
“wah
mbak deta, sampun gedhe nggih sakniki?” ujar salah satu pedagang yang asing
bagiku. Ternyata beliau adalah pedagang gudheg yang dulu menjadi teman
seperjuangan Alm. Nenekku yang juga seorang penjual gudheg. Lagi – lagi
nostalgia lampau yang kutemui. Kulihat jajanan jananan pasar yang dulu juga
sering ku makan. Ada kue putu, bolu kuku, kue apem dan masih banyak lainnya.
Subhanallah memang segalanya dapat istiqomah jika kita mau melaluinya dengan
cara istiqomah.
Dua
hari yang sangat berkesan bagiku. Meskipun tidak dapat merasakan kebersamaan
bersama para ranger di UG Haska, namun setidaknya aku dapat menemukan kembali
arti istiqomah yang sesungguhnya.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.....
HermadetaWidya
Septiani
a.k.a
Ranger Hijau Tosca
Ceritaku Bersama UG HASKA
Up-grading?
Awalnya, belum tahu, itu kegiatan apa, sih?
Tapi…
Sabtu, 08
Maret 2014
Pagi yang cerah ini mengawali langkahku untuk
mengikuti up-grading Haska JMF 2014, organisasi kerohanian Islam yang telah
mempertemukanku dengan orang-orang yang luar biasa. Pagi ini, aku pergi ke
Masmuja (nama yang nggak asing untuk menyebut Masjid Al-Mujahidin UNY), untuk
menemui Abi dan Umiku di keluarga kecilku, keluarga LJ.
Pukul 08.45, aku sampai di Masmuja, tapi.. sepi
nian di sana, akhirnya aku memutuskan untuk Sholat Dhuha terlebih dahulu.
Pukul 09.15, masih sepi, aku memutuskan untuk
pergi ke IEC, belakang Masmuja. Tapi, sebelum aku sempat pergi ke sana, aku
bertemu dengan Siska dan Wulan, anggota keluarga kecil LJ-ku juga. Mereka
berkata bahwa di IEC pun sepi, yaah, akhirnya kami duduk-duduk menunggu anggota
keluarga yang lain sembari menghafal Surah Ash-Shaaf 1-5.
Kira-kira 10 menit kami menunggu, Umi datang, dan
kemudian kami bertiga menuju UPPL karena kami melihat Abi dan Latif berjalan ke
arah sana. Eh, ternyata di UPPL ada keluarga JRMN, langsung saja kami
bersalaman (dengan yang akhwat tentunya), dan bernarsis-narsis sebentar sebelum
berangkat.
Oke, waktunya berangkat. Kami segera berjalan
menuju Halte Trans Jogja sebelah timur rektorat, bersama keluarga JRMN. Tapi,
sebenarnya hati kami masih dilanda kegalauan yang teramat sangat. Kenapa? Kami
masih bingung mau naik Trans Jogja atau bus jalur 7? Kalau keluarga JRMN, sih,
memilih naik Trans Jogja, tapi keluargaku masih bingung. Akhirnya, keputusan
itu datang setelah ada bus Trans Jogja yang menepi, kami memilih naik Trans
Jogja saja (daripada nunggu jalur 7 kelamaan, hihi). Dan saat itu, kondisi bus
lumayan penuh (dipenuhi oleh dua keluarga), eh, ternyata bertambah penuh lagi
setelah ada satu keluarga yang masuk, keluarga HSC J
Up Gradingku Berlabu Pada Bukit Indah Itu
.....
Up Grading… Entah apa yang
terlintas dibayanganku. Mungkin akan kurang menyenangkan jikalau BSO LJ 14 tak
lengkap personilnya. 1 hari sebelum keberangkatan menuju lokasi yang tak tahu
keberadaannya, karena aku memang tak tahu dimana…, di hari itu aku masih
melakukan koordinasi mengenai keberangkatan dengan koakh LJ sebut saja dia
Atika Izzatul Jannah. Kita saling melakukan koordinasi dari siapa saja yang
berangkat sampai mau berangkat dengan Bidang/BSO/TIM karena pada waktu yang
bersamaan sms mak Ika masuk ke kotak pesanku. “…Besok untuk pemberangkatan jika
bisa 14 orang dalam satu kloter ya….” Bunyi sms mak Ika. Setelah mendapatkan
sms itu koordinasi dipergegas kembali supaya ada tujuan yang dicapai antara
kami berdua. Awalnya aku memberi kabar kepada akh Ibrohim Aji, namun…. tak ada
jawaban. Ku Tanya akh Mu’ahid alhambulillah iya menjawab. Kita akhirnya
bersepakat untuk berangkat pukul 09.30 kumpul di IEC lalu segera cari bus.
Keesokan harinya apa yang direncanakan
mulai kau satu persatu. Padahal aku sudah member kabar kepada para LJ Ranger
2014 untuk datang jam 09.15 tapi belum ada 1 pun yang datang di IEC. Setelah
beberapa menit aku menuju Masjid Mujahidin datanglah Abdul Latif. Aku kembali
lagi ke IEC belum ada yang datang lagi dan janji dengan akh Mu’ahid pun
teringkari, beliau sendiri masih mengajar les.
Sedikit pening dan pusing
memikirkan harus gimana ini kita berangkat. Janji-janji yang dibuat malah tidak
sesuai. Aku berpikir dan berpikir harus bagaimana ini. Tepat jam 10.15
satu-persatu mulai berdatangan dari LJ ataupun JRMN, TAKSI, dan BINKAD. Aku
mencoba menghubungi kembali akh Mu’ahid untuk memastikan. “Akh dimana….?”
Tanyaku dalam kalimat sms “Afwan akh masih mengajar, 15 menit lagi selesai….”
Jawab akh Mu’ahid
Moment TAO Himabio
Menjelajahi alamNya… ciptaanNya… sungguh indah,
Dulu aku tak mengerti dan tak terlalu faham akan bentuk-bentu alam
yang Ia ciptakan
Dulu mungkin aku tak mahu tahu Lebih jauh,,
Dulu aku tahu Ia ada, tapi sudah… cukup sampai situ..
Semua aku maknai biasa saja, kagum ya kagum….
Tanpa banyak mencari tahu,
Selasa, 21 Januari 2014
Rangers 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

